Ustad Didi Sutardi,
Ungkapan "Andai dibolehkan, maka Allah akan menyuruh menyembah ibu dan bapaknya" adalah ungkapan yang sering didengar dalam masyarakat Muslim. Ungkapan ini mengandung makna yang mendalam tentang betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam.
Makna dan Penjelasan:
* Ungkapan ini bukan berarti bahwa Islam membolehkan penyembahan kepada orang tua. Dalam Islam, hanya Allah SWT yang berhak disembah.
* Ungkapan ini adalah bentuk kiasan atau perumpamaan untuk menekankan betapa besarnya hak dan jasa orang tua kepada anak-anaknya.
* Dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah kewajiban yang sangat ditekankan. Bahkan, dalam beberapa ayat Al-Qur'an, perintah berbakti kepada orang tua disejajarkan dengan perintah beribadah kepada Allah SWT. Contohnya, dalam surah Al-Isra' (17:23):
* "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."
* Ungkapan ini juga mengingatkan anak-anak untuk selalu menghormati, menyayangi, dan berbuat baik kepada orang tua mereka, serta tidak menyakiti hati mereka.
Kedudukan Orang Tua dalam Islam:
* Islam menempatkan orang tua pada kedudukan yang sangat tinggi.
* Orang tua, terutama ibu, telah berkorban banyak untuk membesarkan anak-anaknya.
* Rasulullah SAW bersabda: "Surga di bawah telapak kaki ibu." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)
* Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya berbakti kepada ibu.
Kesimpulan:
* Ungkapan "Andai dibolehkan, maka Allah akan menyuruh menyembah ibu dan bapaknya" adalah ungkapan yang menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dalam Islam.
* Ungkapan ini bukan berarti bahwa Islam membolehkan penyembahan kepada orang tua, tetapi mengingatkan anak-anak untuk selalu menghormati, menyayangi, dan berbuat baik kepada mereka.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar