Langsung ke konten utama

Malam Jumat Malam ke 28 Ramdhan

Ustad Didi Sutardi,

Ungkapan "Andai dibolehkan, maka Allah akan menyuruh menyembah ibu dan bapaknya" adalah ungkapan yang sering didengar dalam masyarakat Muslim. Ungkapan ini mengandung makna yang mendalam tentang betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam.
Makna dan Penjelasan:
 * Ungkapan ini bukan berarti bahwa Islam membolehkan penyembahan kepada orang tua. Dalam Islam, hanya Allah SWT yang berhak disembah.
 * Ungkapan ini adalah bentuk kiasan atau perumpamaan untuk menekankan betapa besarnya hak dan jasa orang tua kepada anak-anaknya.
 * Dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah kewajiban yang sangat ditekankan. Bahkan, dalam beberapa ayat Al-Qur'an, perintah berbakti kepada orang tua disejajarkan dengan perintah beribadah kepada Allah SWT. Contohnya, dalam surah Al-Isra' (17:23):
   * "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."
 * Ungkapan ini juga mengingatkan anak-anak untuk selalu menghormati, menyayangi, dan berbuat baik kepada orang tua mereka, serta tidak menyakiti hati mereka.
Kedudukan Orang Tua dalam Islam:
 * Islam menempatkan orang tua pada kedudukan yang sangat tinggi.
 * Orang tua, terutama ibu, telah berkorban banyak untuk membesarkan anak-anaknya.
 * Rasulullah SAW bersabda: "Surga di bawah telapak kaki ibu." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)
 * Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya berbakti kepada ibu.
Kesimpulan:
 * Ungkapan "Andai dibolehkan, maka Allah akan menyuruh menyembah ibu dan bapaknya" adalah ungkapan yang menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dalam Islam.
 * Ungkapan ini bukan berarti bahwa Islam membolehkan penyembahan kepada orang tua, tetapi mengingatkan anak-anak untuk selalu menghormati, menyayangi, dan berbuat baik kepada mereka.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kultum hari ke 12

Ustad Anto,  Dalam Islam, takwa adalah konsep yang sangat penting. Orang yang bertakwa adalah orang yang takut kepada Allah SWT dan berusaha untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Berikut adalah ciri-ciri orang yang bertakwa secara rinci: 1. Beriman kepada yang Ghaib  * Orang yang bertakwa meyakini keberadaan Allah SWT, malaikat, kitab-kitab suci, para nabi dan rasul, hari akhir, serta takdir baik dan buruk.  * Mereka tidak hanya percaya pada apa yang terlihat, tetapi juga pada hal-hal yang tidak terlihat oleh mata. 2. Mendirikan Shalat  * Shalat adalah tiang agama. Orang yang bertakwa selalu menjaga shalat lima waktu dengan khusyuk dan tepat waktu.  * Mereka menjadikan shalat sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. 3. Menginfakkan Sebagian Rezeki  * Orang yang bertakwa tidak kikir dan selalu bersedia untuk berbagi rezeki yang mereka miliki dengan orang lain, terutama yang membutuhkan.  * Mereka berinfak ba...

Cofffee Morning' 02 February 2025

INFAQ SODAQOH dari 1. Ust. Drs. H. Yanto 2. Bapak Larto 3. INu Atik S 4. Bu Yusdi

BUKA PUASA BERSAMA ANAK2

Ahad, 09 Maret 2015